11 Februari 2023 - 04:18
Cinta kepada Imam Ali as adalah Perintah Agama yang Tidak bisa Ditawar

“Judul kitab amalan orang mukmin adalah cinta kepada Ali bin Abi Thalib as. dan kita bersyukur kepada Allah swt bahwa kita adalah Syiah dan pengikut mazhab cinta ini. Kita senantiasa harus berusaha memenuhi hak menjadi Syiah yang tidak sekedar verbal namun juga praktis.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Makarem Shirazi dari ulama marja taklid  Syiah dalam upacara penyematan surban atau amamah kepada sejumlah santri hauzah ilmiah pada momen peringatan wiladah Imam Ali bin Abi Thalib as mengucapkan selamat atas wiladah Imam Ali as sembari mengatakan, “Dalam sejarah, tidak ada individu yang memberi pengorbanan lebih besar dari apa yang telah dilakukan Imam Ali as di awal-awal penyebaran Islam. Dia yang pertama masuk Islam. Dia yang tidur di pembaringan Nabi ketika Nabi dalam target hendak dibunuh. Ia pada malam itu dengan penuh kesadaran siap mengorbankan nyawanya dengan keikhlasan, agar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tercinta bisa hijrah secara aman ke Madinah. Dalam pertempuran-pertempuran menghadapi musuh-musuh Allah, Imam Ali selalu berada di garis terdepan dan disaat genting sekalipun ia tidak pernah meninggalkan Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, bisa dikatakan Islam tidak dapat berkembang tanpa Ali as.”

“Pukulan Imam Ali as pada tubuh musuh terkuat Islam dalam perang faksi juga menyebabkan kelangsungan hidup Islam, dan jika ada yang beribadah hari ini, itu karena pukulan Imam itu.” Tambahnya. 



Merujuk pada hadits “Judul Kitab Mukmin, adalah Cinta kepada Ali bin Abi Thalib”, Ayatullah Makarem berkata, “Judul kitab amalan orang mukmin adalah cinta kepada Ali bin Abi Thalib as. dan kita bersyukur kepada Allah swt bahwa kita adalah Syiah dan pengikut mazhab cinta ini. Kita senantiasa harus berusaha memenuhi hak menjadi Syiah yang tidak sekedar verbal namun juga praktis.”

Berbicara kepada santri hauzah ilmiah yang mengenakan amamah, Ayatullah Makarim Shirazi berkata, “Kalian bangga mengenakan pakaian prajurit Imam Zaman as. Dengan mengenakan pakaian ruhaniawan ini, sekarang tanggung jawab kalian berlipat ganda.”

Ayatullah Makarem Shirazi juga menambahkan, “Masyarakat dengan teliti akan melihat perilaku Anda dan mengharapkan Anda berperilaku sesuai dengan posisi ulama. Hubungan Anda dengan keluarga, kerabat, tetangga, teman, dan orang-orang harus lebih baik dari sebelumnya.”

“Cobalah untuk memenuhi hak pakaian ini dan mintalah Tuhan untuk membuat Anda sukses di jalan ini.” Tambahnya.